Strategi pembelajaran menentukan hasil belajar

 Nama: Bandi

Kelas: Pendidikan  Agama Islam 6H

Nim: 11901079


Strategi Pembelajaran Menentukan Hasil Belajar 

    Dalam dunia pendidikan  kita sering melihat dimana seorang guru yang mengajarkan siswanya dengan beberapa Teknik atau cara agar siswanya tidak bosan dan agar lebih mengerti dalam pembelajrang yang sedang di ajarkan. Cara atau teknik pembelajaran itu yang dinamakan dengan strategi pembelajaran. Karena setiap guru atau pendidika memiliki cara atau kebiasan yang  berbeda-beda tentang cara mengajarkan muridnya di kelas. Tapi semua itu kembali kepada guru atau pendidik itu sendri mungkin dia lebih menguasai beberapa strategi pembelajaran dan sering dia gunakan. Mungkin juga dia melihat bahwa strategi yang ia gunakan itu lebih nyaman dan mudah dipahalmi oleh kebanyakan siswanya ketika ia sedang berada di dalam kelas. Jadi tidak salah jika dia sring menggunakan strategi yang  sama dalam mengajar di dalam kelas. Kita akan melihat apa sih pengertian dari strategi pembelajaran dan apa-apa saja strategi yang mungkin lebih bagus digunakan dalam pembelajaran di dalam kelas. 

    Strategi pembelajarana adalah cara atau usaha yang dilakukan untuk mecapai suatu tujuan. Istilah strategi juga terdapat dalam beberapa konteks dengan makna yang berbeda. Sama seperti memiliki kemiripan dengan pendekatan, model, metode, ataupun Teknik pembelajaran. 

    Strategi pembelajaran adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang Guru selaku sebagi tenaga pendidik. Strategi pembelajaran merupakan rencangan dari system pembelajaran yang menjelaskan komponen umum dai suatu bahan pembelajaran dan alur yang telah ditentukan untuk mencapai hasil belajar yang baik. 

    Strategi pembelajaran sangatlah penting bagi seorang guru untuk bisa mengajarkan anak didiknya agar mereka bisa cepat memehami dan tidak bosan akan ketika sedang belajar di dalam kelas. Bagi seorang guru cara penentuan strategi yang baik juga akan membuat dia bisa di senangi oleh siswanya. Berbicara strategi pembelajaran banyak sekali strategi pembelajaran yang ada untuk bisa digunakan oleh seorang guru dalam mendidik siswanya dan. Karena dalam mendidik atau mangajar di dalam kelas sorang guru tidak hanya harus menerapkan satu srategi pembelajaran. Karena kalau hanya satu strategi pembelajaran maka siswa akan cepat bosan dan mudah mengantuk dan lelah. 

    Jadi seorang guru harus benar benar menguasai yang namanya strategi pembelajaran karena hal itu yang menjadi penentu dalam keberhasilan pembelajaran yang dilakukan di dalam dunia pendidikan. Patokan itu juga bukan tanpa sebab karena apabila gurunya saja sudah tidak bisa mengajar atau mendidik dengan baik maka anak yang didiknya pun akan tidak bisa menjadi baik juga. Dan seorang guru juga harus paham setipa siswanya memiliki banyak kareker dan tidak bisa di samakan oleh sebab itu maka sangat di butuhkan variasai strategi pembelajaran yang berbeda-beda untuk bisa memahamkan semua siswa yang memiliki karakter yang beda itu pula. Ada siswa yang hanya dengan mendengar saja ia langsung paham akan apa yang disampaikan oleh gurunya ada yang harus mempraktekan dulu baru bisa paham. Jadi pada hakekatnya semua kemapuan atau tingkat pemahaman siswa juga berbeda-beda dalam cara memahami suatu pelajaran yang di berikan oleh guru. 

Ada beberapa strategi pembelajaran yang bisa diterapkan oleh seorang guru salah satunya adalah:

a. Setiap siswa berperang sebagai guru. 

    Cara ini dumulai dengang guru membagikan kertas kepada para siswa, kemudian meminta siswa untuk menuliskan petanyaan tentang pokok materi yang telah dipelajari. Pertanyaan-pertanyaan tersebut  dapat didiskusikan di dalam kelas. Setelah kertas di acak, kemudian dibagikan kembali kepada para siswa secara acak dan usahakan pertanyaannya tidak boleh  kembali kepada siswa itu sendiri. Setelah itu gur dapat meminta para siswa untuk memahami terlebih dahulu kertas pertanyaan yang didapat masing-masing dan juga memikirkan jawabannya. Sebab hal itu  akan menjadikan para siswa lebih percaya diri dan tidak takut salah.  Untuk mengembangkan proses diskusi, guru dapat meminta siswa lain untuk melakukan hal yang sama secara bergantian dan sesuai waktu yang disediakan. 

b. Debat aktif

    Strategi pembelajaran dengan menggunakan debat aktif akan menjadikan lebih tepat. Misalknya, dari debat aktif yaitu guru dapt membagi kels menjadi dua kelompok, kemudian memberikan tugas kepada siswa dengan posisis pro dan kontra. Guru dapat meminta pada setiap kelompok untuk menjadi wakil dan untuk 3 orang sebagai juru bicara dengan posisi untuk yang saling berhadapan. Pada setiap kelompok dapat mengeluarkan pendangannya secara bergantian. Kemudian juru bicara kembali ke kelompok masing-masing untuk meminta pendapat dalam mengatur strategi melakukan sanggahan pada kelompok lain. Tujuan dari pengguna strategi ini yaitu untuk melatih para siswa agar dapat mencari argumentasi yang kuat dalam memacahkan masalh secara kontroversial. 

c. Mencari informasi

    Langkah yang dapat digunakan dalam strategi mecari infromasi adalah dengan guru menyediakan referensi yang sesuai dengan topik pembelajaran. Kemudian, guru menyususn kompetensi dari topik melakukan identifasi karakter dan membuat pertanyaan agar mendapat kompetensi tersebut. 

    Guru akan memberikan tugas kepada para siswa untuk mencari informasi referensi atau bahan di internet atau di  perpustakaan, inilah yang dimaksud dengan media pembelajara. Tapi, guru juga harus dapat memastikan bahwa bahan atau materi referensi tersebut benar adanya. Guru juga dapat membantu para sisiwa untuk membagi referenasi kepada setiap siswa setelah itu hasil akan didikusikan bersama dengan siswa yang ada di keals tersebut.

d. Membaca dengan keras

        Focus parra siswa akan lebih terasa saat membacakan teks atau tulisan dengan nada suara yang keras. Oleh karwena itu, langkah membaca dengan kerasa dapat diterapkan, yang mana para guru dapart memilih teks yang menarik untuk dibacakan dengan nada keras. Guru dapat memberikan penejelasan tentang poin-poin tekad tersebut kepada para siswa secara singkat, lalau menjelaskan poin-poin kunci masalah pokok yang bisa diangkat. Ketika bacaan teks tersebut sedang berjalan, maka guru dapat menghentikann pada beberapa temapt yang bertujuan untuk menekan poin tertentu. 

    Setelah selesai, guru dapat memberikan pertanyaan atau contoh-contoh. Hal ini dapat menjadikan suasana kelas lebih terasa hidup dan tidak akan menimbulkan rasa bosan para siswa. 

e. Bacaan terbimbing

    Strategi bacaan terbimbing yaitu strategi dengan menentukan bacaan yang akan di pelajari. Guru dapat membuat berbagai pertaanyaan yang natinya  akan dijawab oleh para siswa. Boleh dengan skelam atau bahan yang dapat diisi siswa dari bacaan yang sudah di pilih tadi.  Tugas para siswa adalah untuk mempelajari bahgan bacaan yang sudah diberikan dengan menggunakan kisi-kisi atau pertanyaan yang ada. Agar tidak menggunakan banyak waktu, maka bacaan terbimbing harus diberik batasa. Tujuan dari penggunaan strategi ini adalah untuk membantu para siswa agar lebih mudah dan terfokus ketika memahami 1 materi pokok. 

f. Menuliskan pengalam secara langsung

    Penerapan strategi ini adalah dengan guru memililh jenis pengalaman yang inginkan untuk dituliskan para sisiwa. Pengalaman yang dapt dipilih misalnya seperti peristiwa yang terjadi di masa lampau ataupun masa yang akan datang. Tujuan dari penulisan pengalaman secara langsung adalah untuk penulisan reflektif. Guru juga harus dapat menjelaskan bahwa cara merefleksikan pengalaman sangat berharga dan menyenangkan. Strategi iti akan berpengaruh secara dramatic dengan menuliskan sesuatu yang tidak jelas. Guru juga kan meminta secara lengkap dan sebanyak mungkin sesuai yang mereka inginkan. Ketika para siswa sudah menyelesaikan tugasnya, maka guru akan mengajak siswa untuk membacakan hasil tulisannya tentang refleksinya. Dengan hal ini, guru dapt mendiskusikan hasil dari pengalaman siswa secara bersama-sama. 

g. Bermain peran

    Langkah untuk menerapkan strategi ini adalah dengan cara menetapkan topik, misalnya konflik antara golongan, konflik perbedaan pendapat atau konflik interpersonal. Guru dapat memilih 2 siswa untuk maju ke depan dan memerankan karakter tertentu dalam durasi waktu sekitara 10 sampai hingga 15 menit. Lalu guru dapat meminta kedua peserta didik untuk saling bertukar peran. Ketika sudah dirasa cukup, maka guru dapat menghentikan perannya. Para siswa lain yang tidak maju ke depan, dapat meminta untuk mengamati kemudian menuliskan tanggapan mereka. Strategi bermain peran ini sangat mudah dan cocok untuk jenjang pendidikan  usian dini. 

h. Menggabungkan dua samapi empat kekuatan

    Strategi menggabungkan dua hingga emapt kekuatan ini bisa dilakuan dengan cara guru menetapan satu pertanyaan yang berhubungan dengan kompetensi dasar indicator tujuan belajar. Guru dapat memberi kesempatan kepada sisiwa untuk dapat berpikir sejak mengenali permasalahn yang diberikan tersebut. Para siswa dapat menuliskan pemecahan masalah atau jawaban yang dilakukan secara mandiri. Guru dapt melakukan pemeriksaan untuk hasil kerjanya. Guru juga dapat meminta kepada siswa untuk bekerja secara pasangan, yaitu 4 orang. Kemudian 4 orang tersebut melakukan diskusi untuk mencari jawaban yang terbaik.  Setelah semua selesai, guru dapat meberikan penjelasan atau solusi dari permasalahan yang sedang didiskusikan. 

    Mungkin itu hanya beberapa strategi yang bisa digunakan oleh pendidik dalam menjalan pembelajaran di kelas. Kalau kita telaah  lebih dalam maka masih banyak strategi yang lain yang mungkin juga efektif dan bisa digunakan untuk pendidik dalam mengajarkan di kelas. Jadi sebagai seorang pendidik harus bisa menggali dan melakukan evaluasi tentang apa yang sudah di jalankan. Jika beberapa sterategi yang mungkin lebih efektik maka bisa sering digunakan dalam pembelajaran untuk mengurangi jenuh dan bosan. Tetapi jika strategi tersebut akan membuat sudah sering di lakukan maka para pendidik bisa menggunakan sterategi yang lian untuk menyelingi strategi yang  ada.  Dari semua penerapan akan ada siswa yang menyukai dan ada siswa yang tidak menyukainya sebab setiap siswa memiliki banyak karakater yang tidak hanya suka satu tata cara belajar tetapi harus bervariasi. Jadi pendidik harus lebih pandai dalam membaca keadaan  ketika mengajar di dalam kelas. Dan setiap strategi juga menyesuaikan dengan keadaan siswa dan keadaan kelas di mana waktu mungkin bisa juga di ajak belajar sambal bermain dan dan dimana juga waktu untuk lebih serius dalam belajar semua itu tergantung kepada guru yang mengajar. Tapi tidak boleh juga kita selalu menerapkan barmain terus atau serius terus harus bergantian untuk mengusir rasa jenuh dan bosan dan keseriusan yang memikirkan banyaknya pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa.